AKSI NYATA MODUL 3.1.a.9

 

 

 


 

Panduan Pertanyaan Wawancara

(Guiding Questions for the Interview)

Oleh : Elyanuar Ridiantomo, M.Pd ( Pengambil keputusan )

Dewi Hartati, S.Pd ( Pewawancara )

Kamis, 13  April 2023

1.     Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Jawaban  CGP.:

 Bu Dewi H. :” Assalamualaikum Selamat pagi Pak El Bagaimana kabarnya ?”

           CGP. 7            : “ Alhamdulillah sehat .”

Bu Dewi H. : “ Saya ingin menanyakan beberapa hal yang mesti saya ingin tanyakan mungkin Pak El ada pengalaman dalam kehidupan sehari-harinya seperti selama ini bagaimana Pak El dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral ?”

CGP. 7          : “Terima kasih Bu Dewi dalam hal ini Alhamdulillah sebagai seorang guru khususnya di SDN Joglo 10 pagi. Apalagi saya sebagai calon guru penggerak angkatan 7 yang diberikan amanah oleh sekolah dan negara untuk mengikutinya maka ada beberapa hal yang dapat saya terapkan atau  aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya adalah soal kepemimpinan dan kebijakan mengambil. Sebuah keputusan,ini dalam pengambilan keputusan itu namanya dilema etika atau bujukan moral nah tentunya antara dilema etika dan bujukan  moral ini belum tentu terjadi semua di sekolah kita. Dalam hal ini akan saya jawab mungkin fokus kepada dilema etika.

Dilema etika ini ada yaitu ketika seorang murid di mana sekilas memang melakukan kesalahan tetapi pada dasar kalau kita telusuri adalah murid tidak melakukan kesalahan. Nah dilema etika wujudnya ini adalah siswa kelas 6 atas nama Pandu itu pernah terlambat dan dia terlambat bahkan ketika upacara dia tidak mengenakan topi dan dasi. Nah sebagai seorang guru kita tidak boleh langsung menyalahkan siswa. Kenapa  ? Ya karena kita harus telusuri dulu apakah siswa ini benar-benar sengaja melakukan kesalahan/pelanggaran atau memang ada faktor lain yang membuat siswa ini melakukan pelanggaran. Nah sebenarnya pelanggaran ini kan bukan pelanggaran yang benar-benar salah ya maka ini dilema bagi saya pribadi untuk menangani kasus ini permasalahan ini  Bu Dewi.

  1. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Jawaban  :

Bu Dewi H. :” Sekian banyaknya permasalahan mungkin dari siswa Pak El, Siswa yang bernama Pandu ya.Bagaimana Pak El menjalani pengambilan keputusan di sekolah Pak El terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua Kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan untuk kebaikan ya siswa tersebut gitu . Bagaimana Pak El silahkan ?”

CGP.7       : “ Ya benar Bu Dewi, yang namanya seorang guru tentunya ada dilema di dalam pengambilan keputusan ini baru lingkup kecil itu murid ya Bu Dewi. Ya bagaimana kalau kita nanti menjadi seorang kepala sekolah seorang kepala satuan pendidikan/ kasatlak, pengawas, kepala bagian biro tentang kedisiplinan rohani di tingkat struktural itu ada Bu Dewi.  Nah saya selaku CGP itu diajarkan bagaimana kita menjadi dan memposisikan sebagai seorang pemimpin. Pemimpin di sini lingkupnya minimal adalah sebagai wali kelas nah kalau dalam lingkup luas yang tadi saya katakana. Nah kasus yang terjadi di sekolah SDN Joglo 10 pagi itu sekelumit kecil yang memang bisa kita lihat dan memang kita sebagai seorang guru harus melihat itu. Nah penyelesaian tentunya membutuhkan sesuatu yang yang jeli dalam pengambilan kebijakan antara kebenaran dua  ini. 

Sebenarnya sama-sama benar, ketika kita telusuri ternyata antara Siswa tidak memakai topi dan dasi itu ada faktor yang mempengaruhi, yaitu Pandu tidak mengenakan topi dan dasi karena memang ketika dijemur hilang, topi dan dasinya.   

Nah, Pandu berarti melakukan kecerobohan, saat dijemur dia lupa mengangkatnya.   Di dalam pengambilan keputusan ini saya menghubungkan dengan segitiga restitusi. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

Jawaban :

Bu Dewi H.:”Dalam pengambilan keputusan dilema etika yang tadi Pak El katakan dengan menggunakan model segitiga restitusi atau menggali agar anak menyadari atau tanpa paksaan agar mereka mengakui itu kesalahan mereka bagaimana langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Pak El lakukan selama ini. Coba tolong Pak El jelaskan Bagaimanakah langkah-langkahnya seperti itu pengambilan keputusan setelah mendengar jawaban siswa yang bernama Pandu ?”

CGP. 7     :” Oh ya Bu Dewi terima kasih. Memang benar Bu Dewi segitiga restitusi itu adalah bentuk  langkah-langkahnya. Pada bagian dasar segitiga merupakan langkah pertama restitusi yaitu menstabilkan identitas. Bagian ini bertujuan merubah orang yang merasa gagal karena berbuat salah menjadi orang sukses. Saya harus mampu meyakinkan Pandu  misalnya dengan berkata atau membuat pengantar pembicaraan  “Pak EL  pernah melakukan hal yang sama denganmu Kondisi ini sangat tepat kita gunakan untuk menstabilkan identitas. Saya membantu menenangkan Pandu  mencari solusi untuk permasalahannya.

 Langkah kedua adalah saya memvalidasi tindakan yang salah. Pada langkah kedua kita terlebih dahulu memahami kebutuhan dasar yang mendasari tindakan Pandu, Bu Dewi. Menanyakan keyakinan kelas adalah langkah selanjutnya. Ketika langkah pertama dan kedua Pandu jawab dengan santai  maka Pandu lebih siap jawaban dengan nilai-nilai kebajikan. Segitiga restitusi dapat menumbuhkan motivasi internal Pandu untuk disiplin positif dan terbiasa mencari solusi dengan permasalahannya.  Jadi saya tidak menyalahkan tetapi saya memberikan solusi bagaimana siswa ini untuk tetap melanjutkan atau mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa merugikan waktu dia kemudian tidak menimbulkan rasa malu terhadap teman-temannya itu yang saya ambil keputusan saat siswa Saya Pandu itu melakukan hal yang mungkin berhubungan dengan kedisiplinan.”

  1. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawaban :

Bu Dewi H. : “ Berarti selama ini Pak El dalam  mengambil keputusan tidak hanya berdasarkan informasi dari luar yang belum tentu kebenarannya tetapi Pak El  mengambil data-data atau bukti dan fakta yang ada. Begitu ,Pak El ?”

CGP.7     : “Oh iya Bu Dewi, memang di dalam mengambil keputusan saya alhamdulillah menerapkan dan menggunakan  data-data atau jadi mencari data yang tadi restitusi itu menjadi data Bu Dewi.  Jadi tidak menggunakan informasi dari luar yang belum tentu kebenarannya.    Nah langkah-langkah ini wajib Sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang guru kita harus tahu prosedur langkah-langkah apa yang bijaksana tidak asal mengambil keputusan karena kan ini berhubungan  dengan etika ya Bu Dewi.   Di sisi lain siswa juga harus belajar.  Di lain sisi kita menerapkan kedisiplinan. Sama-sama benar Bu Dewi. Jadi kita harus memilih mana yang baik. Nah saya menerapkan yang baik adalah berarti saya menerapkan metode pengambilan keputusan model restitusi itu menurut saya itu lebih baik daripada saya menyalahkan siswa sehingga siswa nanti akan membawa apa yang saya putuskan ini membawanya sampai kepada Posisi di mana psikologisnya akan mengingat  bahwa guru selalu cuma bisa menyalahkan saja.”

  1. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawaban :

Bu Dewi H. : “ Berarti yang Pak El jelaskan  dalam mengambil keputusan dan prosedur yang ucapan tadi itu sudah benar, ya ? Sudah sesuai dengan prosedur yang ada.  Dengan  adanya itu mungkin hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambil keputusan pada kasus-kasus ?”

CGP.7       : “ Iya Bu Dewi benar yang tadi Bu Dewi tanyakan memang saya sudah melakukan langkah-langkah yang  sesuai  pengetahuan saya yang memang saya pelajari dan diajarkan dalam Diklat CGP. 7  ini.  Nah tentunya ada ada beberapa hal yang membuat kadang-kadang kita ditempatkan di posisi mana benar mana salah atau sebenarnya sama-sama benar tetapi saya harus memilih dan ada faktor yang mungkin di luar sana ada beberapa guru yang mungkin tidak sefaham  atau tidak sependapat  dengan saya.   Ini ada suatu tantangan Bu Dewi tantangan di mana  selain ada guru yang tidak sepaham di sisi lain pada saya tantangannya adalah harus memilih yang antara mementingkan kebutuhan siswa atau sesuai dengan kedisiplinan atau aturan di sekolah tapi saya lebih kepentingan kepada siswa.  Kenapa dengan memberikan arah yang benar kepada siswa maka segala peraturan sekolah saya yakin lambat laun akan dilaksanakan dengan baik dan benar jadi sama-sama menerapkan menerapkan etika kebaikan cuma saya berpihak kepada murid.”

  1. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Jawaban :

Bu Dewi H.       :” Pak El kalau ada permasalahan seperti yang Pak El jelasakan apakah permasalahan ini akan Pak El selesaikan langsung di tempat pada saat kejadian, atau Pak El jadwalkan dalam penyelesaian masalah ?”

CGP.7           :” Saya lihat situasi, Bu Dewi.  Tidak semua permasalahan diselesaikan di tempat.  Kalarena ini masalah dilemma etika saya harus menjadwalkan dalam penyelesaiannya. Agar keputusan yang saya ambil tidak merugikan semua pihak.”

  1. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Jawaban :

Bu Dewi H.     :” Pak El, apakah ada seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

CGP.7          :” Sebuah pengambilan keputusan apalagi ini di sekolah dan berhubungan dengan permasalahan siswa atau apapun.  Saya tentunya tidak luput dari minta tolong atau sharing dengan rekan sejawat atau pimpinan.   Tapi saya lebih sehati dengan rekan sejawat dalam permasalahan ini.  Ada rekan sejawat yang buat sharing saya, yaitu Ibu yayah Rodiyah, S.Pd. dan ibu Dewi hartati , S.Pd.  Ini bukan berarti rekan sejawat yang lain tidak bisa diajak sharing, ya.  Tapi namanya sharing tentu kita cari orang yang mau dan bisa dijadikan rekan pencari solusi. Yang seirama dengan saya. Yang mau meluangkan waktu untuk bertukar fikiran.”

  1. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Jawaban :

Bu Dewi H.    :” Pak EL, dari semua hal yang telah disampaikan,Pak El,  pembelajaran apa yang dapat Pak El  petik dari pengalaman ini dalam mengambil keputusan dilema etika? Sehingga saya dan rekan – rekan guru lainnya dpat mengikuti jejak dan langkah Pak El dalam mengambil sebuah keputusan ?”

CGP. 7            :” Masalah ini dapat dijadikan pembelajaran bagi kita semua.  Sebagai guru, yang otomatis pemimpin di kelas. Atau nanti menjadi kepsek atau kasatlak, pengaws . Bahkan kalau di rumah sebagai orang tua.  Kita ini harus hati – hati dalam mengambil sebuah keputusan. Jangan ceroboh, jangan grusa – grusu.  Cermati, amati, analisa setiap permasalahan yang ada. Kalau bingung tanyakan kepada Allah SWT Tuhan kita.  Minta petunjuknya Allah. Sehingga kita tidak ngawur mangambil keputusan.”

 

DATANG SENANG PULANGPUN SENANG

Komentar