Koneksi Antar Materi Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

 





 

Koneksi Antar Materi Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

                                                                Jakarta, 22 Februari 2023

OLEH:  ELYANUAR RIDIANTOMO

CGP ANGKATAN 7

SDN JOGLO 10 PAGI JAKARTA BARAT

FASILITATOR : AGUS TUSWANDI

PP ; ERNI KUSUMAWATY

 

      Dalam tugas koneksi antar materi modul 2.1 ini, ijinkan saya sebagai CGP Angkatan 7 harus melakukan refleksi secara individu terhadap perjalanan pembelajaran saya hingga saat ini dengan merespon beberapa pertanyaan dan tugas berikut ini. Dalam hal ini saya berpedoman kepada  

Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:

  1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?

  2. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?

  3. Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

1. Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas?

Jawaban :

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Pembelajaran berdiferensiasi juga dapat diartikan sebagai usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Sebagai guru kita dapat melakukan identifikasi kebutuhan belajar murid terlebih sebagai awal kegiatan yang meliputi tiga ( 3 ) aspek yaitu;

*      kesiapan belajar,

*      minat murid, dan

*      profil belajar murid.

Adapun langkah – langkah Pembelajaran berdiferensiasi yang dapat kita lakukan di dalam kelas sebagai berikut:

a.   1. Merumuskan tujuan pembelajaran

b.  2. Memetakan atau mengidentifikasi kebutuhan belajar berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil murid dengan tujuan agar peserta didik dapat kita kelompokan sesuai kebutuhan.

c.   3. Menyiapkan media dan sumber belajar.

d.   4. Membuat langkah-langkah kegiatan pembelajaran.

e.   5. Memberikan tugas sesuai dengan kemampuannya atau biasa disebut diferensiasi proyek

f.    6. Memantau dan mengobservasi kelompok kerja murid.

g.  7. Mengadakan assesmen yang meliputi assesmen for learning, assesmen of learning, dan assesmen as learning ( on going assessment )

h.   8. Menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan positif

i.  9. Melakukan penilaian yang berkelanjutan / · Melakukan diferensiasi konten, produk, dan proses

Dalam pembelajaran berdiferensiasi ada tiga strategi pembelajaran berdiferensiasi ,yaitu :

1. Diferensiasi Konten adalah mendiferensiasikan materi pembelajaran kepada murid berdasarkan kebutuhan, dilihat dari kesiapan belajar murid secara konkret – abstrak, minat belajar murid dengan mempersiapkan topik atau materi sesuai minat siswa, profil belajar siswa sesuai gaya belajar, audio, visual, atau kinestetik.

2. Diferensiasi Proses adalah usaha untuk membantu murid memahami materi pembelajaran dengan memberi beberapa kegiatan atau scaffolding sesuai dengan kebutuhan murid.

3. Diferensiasi Produk adalah berupa tagihan atau hasil yang diharapkan dari murid setelah proses pembelajaran, baik berupa hasil tes, presentasi atau diskusi, pertunjukkan, pidato, diagram dan lainnya yang mencerminkan pemahaman murid dari tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran

2. Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hail belajar yang optimal. Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Guru Penggerak!

Jawaban :

Dalam pembelajaran berdiferensiasi terlebih kita lakukan memetakan / mengidentifikasi kebutuhan murid yaitu dari kesiapan belajar murid (lambat-cepat, konkret – abstrak, mandiri - bantuan, minat murid, profil belajar murid yang meliputi gaya belajar, latar belakang, dan kecerdasan). Semua  pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai pembelajaran optimal yaitu:

1. Pembelajaran berdiferensiasi bersifat proaktif.

2. Pembelajaran berdiferensiasi lebih bersifat kualitatif dari pada kuantitatif.     

3. Pembelajaran berdiferensiasi berakar pada penilaian.

4. Pembelajaran berdiferensiasi menggunakan berbagai pendekatan terhadap konten, proses, dan produk.

5. Pembelajaran berdifernsiasi berpusat pada murid.

6. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan perpaduan dari pembelajaran seluruh kelas, kelompok, dan individual.

7.  Pembelajaran berdifernsiasi bersifat "organik" dan dinamis.

Kita harus pastikan kesiapan belajar peserta didik kita  dalam readiness yaitu  kapasitas untuk mempelajari materi baru dari yang bersifat mendasar menuju bersifat transformatif, konkret ke abstrak, sederhana ke kompleks, terstruktur ke terbuka (open-ended), tergantung ke mandiri, dan lambat menjadi cepat.   Sedangkan dalam hal minat belajar maka terdapat langkah :

a.       1. Kecocokkan yaitu mencari kecocokan antara minat murid dengan tujuan pembelajaran.

b.      2. Koneksikan yaitu  menunjukkan koneksi antar materi pembelajaran.

c.      3. Jembatani yaitu menjembatani pengetahuan awal dengan pengetahuan baru.

d.      4. Memotivasi yang memungkinkan tumbuhnya motivasi murid untuk belajar.

Dalam profil belajar murid maka perlu mengidentifikasi lingkungan belajar, misalnya:

a. terkait dengan suhu ruangan,

b. tingkat kebisingan,

c. jumlah / intesitas cahaya,

d. pengaruh budaya dari santai menjadi terstruktur,

e. perubahan situasi pendiam ke ekspresif,

f.  personal ke impersonal,

g. gaya belajar murid juga dengan mengidentifikasi yaitu bisa visual (belajar dengan melihat), auditori (belajar dengan mendengarkan), kinestetik ( belajar sambil melakukan), kecerdasan majemuk (multiple intelegences), visual ke spasial, musical bodily kinestetik, logic matematika.

Jika dikaitan antar materi dengan modul sebelumnya ( Modul 1 ddan modul 2 ),  yaitu

     Pada modul 1.1 Ki hajar Dewantara dalam filosofi Pendidikan pembelajaran berdiferensiasi dapat mewujudkan Merdeka Belajar. Karena berdasarkan pemikiran KHD, pendidikan adalah menuntun anak sesuai kodrat alam dan zaman dengan berpihak pada anak sesuai perkembangan minat, bakat dan potensi anak. Hal ini berkaitan erat dengan pembelajaran berdiferensiasi yang bertujuan memberikan pembelajaran kepada anak dengan cara memetakan kebutuhan murid sesuai kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid.

Dalam modul 1.2 tentang nilai-nilai dan peran Guru Penggerak maka dapat dikaitkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat dikaitkan dengan nilai Guru Penggerak yaitu

 1. Mandiri (guru harus mandiri membuat dan menyediakan media pembelajaran),

2.  Reflektif ( guru harus merefleksikan apa yang sudah dilakukan dalam pembelajaran terkait dengan kesiapan belajar murid),

3. Kolaboratif (guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk menciptakan pembelajaran yang berdifernsiasi),

4.  Inovatif (guru harus bisa menciptakan pembelajaran dan media pembelajaran yang beragam untuk memenuhi kebutuhan belajar murid),  

5.  Berpihak pada murid (pembelajaran berdiferensiasi berakar pada kebutuhan belajar murid).

Sedangkan kaitannya dengan peran Guru Penggerak maka pembelajaran berdiferensiasi bisa dikaitkan , sebagai berikut :

1.  Menggerakkan komunitas praktisi (guru bisa berbagi pembelajaran berdiferensiasi dalam komunitas praktisi),

2.  Menjadi coach bagi guru lain (guru bisa memberikan pendampingan terhadap guru lain dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi),

3. Mendorong kolaborasi (guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi),

4.  Mewujudkan kepemimpinan murid (dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensisi murid bisa dijadikan sebagai pemimpin kelompoknya secara bergantian)

        Selanjutnay kaitan dengan modul 1.3 tentang visi guru penggerak, seorang guru penggerak tentunya memiliki visi untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu jawaban dari bagaimana cara mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Visi yang ditetapkan atau dibuat oleh guru penggerak harus sinergi dengan visi sekolah dimana guru penggerak mengabdikan diri.  Kedua visi ini saling mendukung tidak boleh berlawan.  Untuk menciptakan pembelajaran berdiferensiasi guru penggerak harus mampu berkolaborasi dan mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki oleh sekolah sehingga mampu mendukung terwujudnya visi dan mendukung perkembangan murid berdasarkan pemetaan kebutuhan murid.

Kaitan dengan modul 1.4 tentang budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu perwujudan dari bentuk pelaksanaan keyakinan kelas, karena dalam pembelajaran berdiferensiasi murid dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Dalam kelompok tersebutlah murid menerapkan beberapa keyakinan kelas diantaranya saling menghargai pendapat teman, bekerja sama, menciptakan rasa aman,  dan masih banyak lagi keyakinan kelas yang tercipta dari adanya pembelajaran berdiferensiasi.

a.       a. Komunitas belajar setiap orang di dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut oleh orang lain.

b.      b. Setiap orang di dalam kelas saling menghargai

c.      c. Murid merasa aman, menciptakan murid berani dalam mengemukakan pendapat

d.   d. Ada harapan bagi pertumbuhan yang ditunjukkan murid. Pertumbuhan setiap murid berbeda-beda walaupun hanya sedikit guru tetap mengapresiasinya.

e.      e. Guru mengajak murid untuk mencapai kesuksesan, pengalaman belajar mendorong murid lebih cepat, sedikit melampaui apa yang telah dikuasainya, guru memberikan dukungan sehingga murid tidak merasa frustasi tetapi mencapai kesuksesan.

f.      f. Adanya bentuk keadilan dalam bentuk nyata. Semua murid berhak mendapatkan perlakuan yang sama di dalam kelas.

g.   g. Guru berkolaborasi dengan murid untuk mencapai pertumbuhan dan kesuksesan bersama, adanya tanggung jawab masing-masing agar pembentukan dan tercipta kelas yang efektif. Guru sebagai pemimpin kelas memiliki peran sangat penting dalam mengembangkan lingkungan belajar yang positif.

Demikian ulasan saya tentang koneksi antar materi modul 2.1 Pembelajaran Berdifernsiasi. Semoga ulasan ini setidakny amenggambarkan bagaimana pemahaman  seorang CGP dalam melakukan aktifitas pembelajaran yang selalu mengedepankan peserta didik demi bangsa yang tercinta ini.

Terima kasih.

 

Komentar