RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA
Judul Modul : Menanamkan Budaya Positif Modul 1.4
Penulis :
Elyanuar Ridiantomo/CGP.7
Diterbitkan : Selasa, 20 Desember 2022
A. Latar Belakang
Sebuah sekolah diharapkan menjadi
tempat ternyaman kedua setelah rumah tinggal.
Sekolah harus menjadi idaman . Sekolah idaman bagi semua warga sekolah
khususnya murid adalah sebuah sekolah yang mampu menciptakan kenyaman dan
memberikan kemerdekaan untuk hidup dan berkembang bagi peserta didik sesuai
kodratnya. Sekolah tersebut harus terhindar dari segala macam bentuk
penindasan, bulliying, kekerasan dan pemaksaan terhadap warga sekolah khususnya
peserta didik. Sekolah tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan
suasana yang penuh dengan kehamonisan dan pembiasaan positif.
Jika dilihat secara faktanya mayoritas
sekolah banyak yang belum mampu memberikan keleluasaan dan kemerdekaan kepada murid
/peserta didik. Peserta didik masih terkekang/terikat dengan budaya negative. Murid/Peserta didik
menghindari pelanggaran karena alas an tertentu :
1. Takut dikucilkan.
2. Takut dihukum atau
menerima konsekuensiyang berat.
3. Takut menurun nama
baiknya.
4. Takut tidak naik
kelas.
Akibatnya peserta didik melakukan kebaikan hanya
pada saat di sekolah atau hanya pada saat di depan guru agar mendapat tanggapan
postif dari guru atau wali kelasnya.
Adanya sekolah yang menciptakan
iklim/ suasana pendidikan yang positif.
Sehingga budaya postif tersebut mengakar kuat dan menjadi sebuah
kebiasaan yang dilakukan secara kontinyu dan sadar oleh setiap warga sekolah.
Semua pihak harus terlibat dalam pembiasaan positif tersebut. Pembiasaan
positif yang merupakan budaya positif akan menjadi budaya sekolah. Budaya yang
dipegang teguh oleh seluruh warga sekolah dan menjadi kekhasan dari sekolah
tersebut.
Budaya positif
menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Untuk
mewujudkannya perlu ada disiplin positif di sekolah. Salah satu cara untuk
menerapkan disiplin positif adalah melalui proses pembentukan keyakinan kelas
dan pelaksanaan segitiga restitusi. Keyakinan yang dimiliki oleh sekolah saat
ini yang merupakan core value masih perlu dirasa dan diterapkan dengan baik
kepada siswa. Sehingga budaya positif yang ada akan memberikan manfaat bagi
semua warga sekolah , yaitu :
1.
Membangun kerja serta menumbuhkan kesadaran
untuk melakukan hal – hal baik sama antara guru dan murid.
2.
Menciptakan kepercayaan
diri dan tanggung jawab serta mebiasakan murid hidup dengan pola teratur.
3.
Membangun karakteristik
siswa, mengembangkan kegotongroyongan dan kerjasama antara guru, murid dan orang
tua, serta menumbuh kembangkan motivasi instrinsik anak
4.
Membangun hubungan social,
rasa aman dan nyaman yang bagus antar warga sekolah
5.
Menumbuhkan kesadaran
dari diri murid terhadap budaya positif
Tujuan
Dengan adanya keyakinan
kelas dan penerapan segitiga restitusi dapat menumbuhkan disiplin positif pada
siswa, terutama disiplin positif dalam melakukan pembiasaan, misalnya penerapan
budaya positif “mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih jika, budaya mau antri”
sangat erat kaitannya dengan penanaman nilai mandiri dan disiplin bagi murid.
Melalui pembiasaan – pembiasaaan di atas murid dapat mengembangkan jiwa sosial dan
empati, rasa syukur serta membentuk kemandirian murid meskipun tanpa adanya pengawasan dari guru
bahkan paksaan.
B. Tujuan
- Menumbuhkan budaya positif dengan kesepakatan
kelas.
- Menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan
bagi murid dan guru, serta warga sekolah.
- Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar
pancasila pada diri peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
- Mengintegrasikan dan membiasakan peserta didik
untuk menanamkan nilai-nilai profil pelajar pancasila dalam kegiatan
ekstrakurukuler.
C. Tolok Ukur
- Peserta didik mampu melakukan pembiasaan
postif tanpa adanya paksaan bahkan ada perubahan sikap pembiasaan negatif
berganti menjadi pembiasaan positif di sekolah dan di rumah.
- Peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai
profil pelajar pancasila secara sadar dan kontinyu dalam proses belajar.
- Lingkungan kelas dan lingkungan sekolah terasa
nyaman, serta membuat murid betah berlama – lama di dalam kelas bahkan di
sekolah.
- Terjalin komunikasi aktif dan efektif antara
guru, murid, seluruh warga sekolah
A. Langkah – langkah Aksi Nyata / Lini Masa Tindakan yang akan Dilakukan
1.
Melakukan dan berkomunikasi
dengan kepala sekolah selanjutnya meminta izin dengan kepala sekolah akan
program dan tindakan aksi nyata .
2.
Berkomunikasi dengan murid
untuk memahami program, visi untuk menciptakan budaya postif di sekolah.
3.
Berkomunikasi dengan seluruh
guru untuk membantu mewujudkan sekolah yang mebahagiakan dan ramah terhadap
murid.
4.
Mensosialisasikan visi dan
program CGP kepala wali murid melalui komite pembelajaran di sekolah.
5.
Membuat dokumentasi guna menyusun
laporan CGP.
B. Dukungan
yang dibutuhkan
Demi mewujudkan dan melancarkan pelaksanaan rancangan tindakan
untuk aksi nyata yang telah CGP tulis tentunya memerlukan dukungan dari
berbagai pihak. Adapun dukungan yang CGP. Perlukan, yaitu; dukungan dan izin kepala
sekolah, keterlibatan siswa, dan juga dukungan dari orang tua siswa.
LEBIH SALAH DARIPADA HANYA
MENGKRITIK TANPA BERBUAT APA - APA

Komentar
Posting Komentar