REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL. 2.1

 

 

 

 

 

REFLEKSI DWI MINGGUAN

MODUL. 2.1

OLEH ELYANUAR R.

 

Saya Elyanuar Ridiantomo  Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kecamatan Kembangan Kota Administrasi Jakarta Barat. Pada kesempatan ini  saya ingin menuliskan jurnal refleksi dwi mingguan hasil diklat CGP .7 modul 2.1 mengenai “ Pembelajaran Berdiferensiasi “. Dalam refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan 4F  yaitu Fact, Feelings, Findings, dan Future.

1.     Fact (Fakta)

Pembelajaran modul 2.1 ini dimulai pada tanggal 8 Februari 2023 dengan kegiatan pretest . Pada awal modul 2.1 di bagian mulai dari diri saya membuat refleksi mulai diri sendiri.  Saya yang saat ini di semester genap mengajar di kelas IV mencoba  menjelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di kelas serta tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Adapaun garis besar jawaban dari pertanyaan pemantik sbb:

A.    Bayangkanlah kelas yang saat ini Anda ampu dengan segala keragaman murid-murid Anda.

Awal semester genap bagi saya sebagai seorang guru adalah sebuah lembaran baru, dimana saya mendapatkan sebuah kenikmatan yang tiada tara, nikmat sehat , nikmat Islam, dan nikmat masih dikarunia Allah sebuah profesi sebagai guru.

Kelas yang saya bina adalah kelas IV, sebuah kelas yang menorehkan prestasi luar biasa selama semester ganjil.  Kelas IV yang saya bina adalah kelas yang membanggakan, Ada prestasi yang bisa saya tuliskan di sini , yaitu :

1.     Kelas IV A mampu menempatkan sebagai juara terbaik ke 2 dalam lomba tata upacara bendera yang diadakan di SDN Joglo 10 Pagi. Lomba memperingati hari Guru di bulan Oktober sekaligus gebyar akbar SDN Joglo 10 Pagi diikuti 6 kelas dari kelas IV sampai VI.

2.     Kelas IV A mampu mencatat sebagai kelas terbersih dari 12 kelas yang ada.

3.     Kelas IV A tercatat sebagai kelas yang paling santun poling dari guru – guru lain.

Ini luar biasa bagi saya.  Kemampuan intlektual di kelas ini saya nomor sekiankan.  Bagi saya kemampuan intlektual atau akademik akan meningkat seiring waktu. Pandai itu bagi saya urusan Allah, yang penting saya mampu membangkitkan semangat, kepercayaan diri , sert atanggung jawab mereka untuk selalu belajar.  Saya selalu ingatkan mereka, “ DATANG SENANG, PULANG SENANG “

Jika ini sudah tertanam dalam sanubari anak – anak murid kita, Insya Allah kita mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.  Setiap tugas yang berikan akan mereka kerjakan dengan penuh tanggung jawab. Keberagaman serta latar beakang yang berbeda setiap murid saya terima dan saya jadikan ini sebagai bagian dari nikmat yang Allah berikan.  Memahami setiap murid dan mendengarkan murid saat menyampaikan keluhannya, saya lakukan dengan senang hati. Yang pasti saya laukan dengan hati.

B.     Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda? Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda? Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan?  Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda?

Dalam sebuah kelas pasti murid atau siswa mempunyai kemampuan yang berbeda.  Bukan ahanya kemampuan sikap, latar belakang, kondisi ekonomi, dll.  Dalam proses pembelajaran saya selalu mempersiapkan sejak malam sebelum esok saya mengajar.  Saya pelajari dan Analisa setiap materi/modul yang akan saya berikan.  Saya bayangkan siswa A dan siswa B yang meilki karakter dan kemampuan akademik berbeda .  Saya mencari cara agar setiap pembelajaran mampu diterima minimal siswa yang mengalami keterlambatan berfikir, keterlambatan memahami materi mendapat kenyamana saat mengikuti pembelajaran. 

Maka saya selalu menanamkan dalam diri semua murid akan rasa yakin bahwa mereka bisa.  Jangan takut salah, karena sejatinya sekolah bukan mencari nilai akademik tapi juga mencari dan menciptakan rasa yakin dan akhlaq yang lebih baik. Dalam memperlaukan semua murid menurut saya sama saja, yang membedakan anatar murid A yang mempunyai keterlambatan dan murid B yang tidak mengalami keterlambatan terletak pada pengertian kita sebagai guru atas kinerja siswa. Siswa yang keterlambatan kita berikan soal yang jenisnya sama, Cuma frekeuensi dalam mengerjakan tidak full tidak masalah, tetapi saya sebagai guru tidak jelaskan bahwa si A cukup sebisanya. Tidak. Saya tetap bombing dan memotivasi murid bahwa dia bisa dan pasti bisa.

C.     Sebutkan tantangan-tantangan yang Anda hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid Anda tersebut? Tindakan-tindakan apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Pekerjaan mana yang tiak ada tantangan ? Begitu pula dalam proses pembelajaran. Di dalam membina, mengajar, dan membimbing serta mendidik siswa kelas IV ini tantangan ada, tapi semua tantangan ini saya hadapi dengan trik yang tidak membuat siswa minder atau merasa malu.  Justru saya lakukan dengan tujuan agar siswa yang sedikit lambat termotivasi.  Dalam menghadapi siswa yang cenderung banyak ngobrol saya ajak dialog sekedarnya saja.  Misalnya siswa ngobrol saat saya menerangkan tentang materi, maka saya berhenti sebentar dan saya coba dekati siswa, “ eit..tampaknya serius nih, memang cerita soal apa ? Siswa menjawab, saya arahkan,Ok. Nanti kita pas istirahat ngobrol ya sekarang konsentrasi belajar dulu. Ok “

Ada juga siswa yang sering tidak hadir sekolah, maka langkah pertama saya tanyakan ke teman – temannya. Apakah selama di kelas 3 siswa tersebut baisa tidak hadir ? Langkah kedua kita laporkan kepada kepala sekolah untuk mendengarkan saran dari kepala sekolah apa yang harus saya lakukan. Setelah dapat restu dari kepala sekolah maka saya mengunjungi siswa dengan maksud mencari tahu apa yang menyebabkan siswa sering tidak masuk sekolah.

Jika hal ini sudah saya lakukan tidak ada perubahan, maka saya akan serangkan lagi keputusan kepada kepala sekolah. Agar mengambil langkah yang tepat sesuai dengan aturan dalam Pendidikan.  Dalam proses pembelajaran di kelas, ice breaking , games, dll rutin saya lakukan sehingga kita memacu siswa untuk bergerak.  Sehat jasmani dan sehat rohani.

D.    Menurut Anda, untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut, bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi?

Dalam menjawab sebbuah keberagaman yang dianggap sebagai salah satu tantangan dalam pembelajaran  yang mengakomodasi keragaman murid, pembelajaran saya rancang dengan lebih menyenangkan.  Seperti yang saya jelaskan di awal “ DATANG SENANG PULANGPUN SENANG “ Setiap awal kegiatan saya mebiasakan menyentuh hati mereka, saya memasuki suasana hati semua murid.  Saya tanyakan keadaan, saya keliling sambil memuji penampilan mereka.  Saya tebarkan senyum saya penuh , full tanpa dibuat – buat. Kejenuhan saat siswa melkasanakan tugas kita selingi dengan ice breaking, dengan games sederhana tapi membuat kenangan indah di dalam diri setiap siswa , bahwa belajar itu asyik, bahwa belajar itu menyenangkan. Melalui tarian duduk,nyanyian-nyanyian, tepuk tangan dan praktek langsung membuat karya. Melakukan pembelajaran di luar kelas, seminggu sekali ini wajib saya lakukan. Efek semua ini maka Alhamdulillah siswa kelas IV yang saya bombing selalu ceria.   Melakukan semua kegiatan tidak lupa saya juga mengevaluasi setiap usai pembelajaran agar saya tahu apa kekurangan dan kelebihan dari metode pembelajaran setiap harinya.  Keluhan siswa juga saya dengarkan agar mereka saat pulang tidak membawa hal – hal yang membuat mereka tidak semangat belajar.  Hari esok harus jadi dambaan semua murid saya.

2.    Feelings (Perasaan)

Saya bersyukur mendapat ilmu baru yang sangat luar biasa berpengaruh terhadap eksistensi saya menjalani profesi sebagai guru. Modul 2.1 memang memberikan saya banyak ilmu mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Di modul ini, saya mendapatkan hal yang luar biasa terkait ilmu-ilmu baru yang memacu saya lebih bersemangat dalam mengimplementasikan semua yang saya dapatkan. Forum diskusi selama sesi ruang kolaborasi dan elaborasi membuat saya semakin paham mengenai implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Saya harap dengan mempelajari ini, saya konsisten menjalankan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pada pembelajaran ini saya mencoba menjadikan saya sebagai guru yang mampu menerapkan pembelajaran berdeferensiansi.

3.     Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid.

Dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi, maka guru harus memiliki pertimbangan yang masuk akal, seperti  tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya, lingkungan belajar yang "mengundang' murid untuk belajar, manajemen kelas yang efektif serta penilaian berkelanjutan.

Ada 3 aspek yang mengkategorikan kebutuhan murid, yakni kesiapan belajar, minat dan profil belajar.

Kesiapan belajar adalah adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru.  Minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.

Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar.  Strategi diferensiasi ada 3, yakni:

a.     diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.  Diferensiasi konten saya mengacu pada pemetaan kebutuhan murid. Guru menyajikan beragam media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid.

b.     Diferensiasi proses mengacu pada bagaimana jalannya sebuah pembelajaran berdasarkan gaya belajar.

c.      Diferensiasi produk mengacu pada produk yang dihasilkan sebagai unjuk kerja sesuai dengan kemampuan murid.

4.     Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 2.1 ini, saya melakukan tes diagnostik baik dengan kuisioner, membaca data yang sudah ada atau wawancara dalam memetakan kebutuhan murid saya di kelas. Saya tentunya amelakukan koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan dan beberapa rekan sejawat agar suatu saat saya mengalami kesulitan bisa berkoordinasi dengan mereka.

Saya juga akan merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Saya akan sering berkolaborasi dengan rekan sejawat yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Sebagai guru kelas IV yang berpindah dari kelas VI tentunya amembutuhkan komunikasi dengan guru kelas IV A yang sebelumnya yaitu Bu Ici Sutarsih, agar segala kesulitan saya mengenai karakter setiap murid akan saya dapatkan lebih akurat.  Selanjutnya saya ingin mengimbaskan praktik baik saya agar keberpihakan pada murid terlaksana di sekolah saya.

 

 




DATANG SENANG PULANGPUN SENANG

 

 

 

Komentar