AKSI NYATA MODUL 2.2

  







 

AKSI NYATA MODUL 2.2.

Jakarta, 12 Maret 2023

Berikut adalah pertanyaan panduan yang dapat Bapak/Ibu gunakan: 

1.     Apa yang  Bapak/Ibu lihat dalam proses tersebut?  (Peristiwa)

2. Apa yang Bapak/Ibu rasakan sehubungan dengan proses yang Anda alami? (Perasaan)

3.     Apa  hal yang bermanfaat dari proses tersebut? (Pembelajaran)

4.     Apa umpan balik yang Anda dapatkan? (Pembelajaran)

5.     Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan agar ini berdampak lebih luas? (Penerapan)

ULASAN AKSI NYATA

OLEH : ELYANUAR RIDIANTOMO

 

Aksi Nyata Modul 2.2, pada pembelajaran Sosial Emosional ini menggunakan Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future). 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal )

Facts ( peristiwa )

      Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

Feelings (Perasaan) 

      Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.

Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

Future (Penerapan) 

     Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

 

A.    FACTS ( PERISTIWA )

Sama dengan  modul-modul sebelumnya tetap menggunakan alur belajar yang disingkat dengan akronim MERDEKA, terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi nyata.   Setelah alur belajar ini sampai pada Aksi Nyata, terlebih dahulu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdeferensiasi dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Sosial Emosional di kelas. Memang sebelumnya dalam PBM tidak menerapkan strategi pembelajaran Berdiferensiasi dan PSE, walaupun saya anggap bahwa ini bukan materi pokok dalam pembelajaran Cuma metode penyampaian materinya saja.

Menurut saya setelah saya pelajari dan lakukan pembelajaran ini sangat penting dan berguna, bukan hanya bagi guru dan murid, tetapi juga bagi komunitas sekolah. Pembelajaran sosial dan emosional merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif bagi seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi sebenarnya memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.

PSE ( social emosional ) berbasis kesadaran penuh (Mindfulness sosial emotional learning) dan Well Being merupakan latihan kesadaran penuh dalam kondisi nyaman, sehat, dan bahagia. Dalam PSE melahirkan 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yaitu;

a.     Kesadaran diri,

b.     Pengelolaan diri,

c.      Kesadaran sosial,

d.     Keterampilan relasi, dan

e.     Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab. 

Hal baik yang diperoleh dalam penerapan strategi Pembelajaran Sosial Emosional berbasi kesadaran penuh dan kondisi nyaman sehat dan bahagia (mindfulness and well being) di kelas sangat menarik dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Saya selalu berharap semua guru di SDN Joglo 10 Pagi mampu menerapkan dan menghadapi murid di kelas dalam bentuk rupa dan warna ragamnya dengan menggunakan dan menerapkan PSE dengan 5 kompetensi dasar yang ada.  Peserta didik di SDN Joglo 10 Pagi kelas IV A ini  yang saya hadapi beraneka ragam dan saya selama ini belum begitu memperlakukan peserta didik saya dengan berbagai model kalaupun dilakukan belum istiqomah dalam penerapannya, saya masih lebih sering menggunakan  atau memperlakukan dalam satu model dan ragam saja. Banyak hal yang saya temukan dianataranya; ada murid ditemukan di kelas IV

a.     indisipliner,

b.     belum duduk dengan tenang,

c.      sudah ada anak yang melapor ini dan itu,

d.     ada yang minta izin,

e.     ada yang tidak punya ini dan itu,

f.       ada yang ngobrol terus kerjaannya,

g.     ada yang belum sarapan, dan lain sebagainya kejadian yang dihadapi.

Kalau tidak ada kesadaran penuh yang dimiliki, maka emosi ini akanbisa naik dan inilah bentuk keasadaran dan kesabaran sebagai seorang guru, apalagi CGP.7 yang memmang harus menjadi pionir terbaik dalam pembelajaran.

Dalam hal ini saya mencoba mempraktikkan latihan dengan berkesadaran penuh (mindfulness) yaitu :

“ STOP (Stop- Berhenti, Take e deep breathe- Tarik napas dalam, Observe- Amati, Proceed- Lanjutkan).”

Luar biasa Alhamdulillah Teknik ini sangat dahsyat, bisa meredam emosi negative yang ada pada diri saya .  Di tambah saya pernah membaca dan menerapkan ajaran dan Teknik dalam buku MAGNET REJEKI. Yaitu diajarkan bagaimana menerima sebbuah hall yang tidak kita sukai menjadi kita sukai dengan cara melakukan dan menjawab dalam alam bawah sadar kita bahwa semua itu baik, maka akan tercipta sesuatu yang baik pula.  Jadi saya sebenarnya sudah tidak repot melakukan suatu peredaman emosional.  Ini sudah diajarkan dalam agama saya ISLAM .

B.     Findings (Pembelajaran):

Sebuah Pelajaran yang berharga bagi diri saya, Alhamdulillah dapat mengendalikan emosi (kesadaran diri), saya lebih memahami kekuatan dan kelemahan diri saya, saya harus banyak belajar dan membangun kepercayaan diri. Saya harus mampu mengelola marah, benci, jengkel, pada peserta didik  saya dengan tingkahnya yang bermacam-macam , ini adalah bentuk penerapan (manajemen diri). Setidaknya saya sudah mulai memahami tentang adanya perbedaan di antara murid-murid/ peserta didik, saya belum memaksimalkan rasa simpati dan belum benar – benar menghargai perbedaan itu (kesadaran sosial).

Saya juga mendapati dalam kelas IV A ini peserta didik yang sering mendapat perlakuaan yang berbeda dengan yang lainnya.  Hanya lantaran orang tua siswa ini tidak ada dalam WAG, maka siswa saya inipun ikut dikucilkan oleh teman – temannya. Kan aneh.   Ini berhulu pada pembicaraan para orang tua di WAG yang mungkin diucapkan di hadapkan para anak mereka , sehinga perilaku tidak tepat yang dilakukan oleh wali murid dipraktikan juga oleh para murid terhadap murid lainnya. Sebagai guru saya harus memperlakukan adil, maka menggunakan pemahaman mindfulnees untuk menyadarkan para siswa kan perbedaan dan saling menyayangi sesame, Alhamdulillah siswa yang sering terintimidasi sekarang ceria dan tidak mengalami lagi.

C.     Future (Penerapan):

Dalam menerapkan pembelajaran Sosial Emosional (PSE) ini menggunakan tiga teknik, yaitu: Rutin, Terintegrasi dalam mata pelajaran, dan Protokol. Penerapan PSE secara rutin di sekolah dimasukkan dalam jadwal rutin yang dilakukan di sekolah SDN Joglo 10 Pagi, seperti apa yang telah dicapai siswa selama pembelajaran berlangsung. Penerapan PSE secara terintegrasi dengan mata pelajaran dihubungkan dengan penyelesaiaan kasus-kasus yang dialami oleh murid di kelas, di rumah atau di lingkungan sekitarnya. Sedangkan untuk penerapan PSE dalam lingkup protokol dapat diimlementasikan dalam bentuk tatatertib sekolah.

Penutup

Pada Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis Kesadaran Penuh (MindfulnessBased Social Emotional Learning) dan Well Being adalah pembelajaran yang dilaksanakan secaara kolaboratif di sekolah dengan kesadaran penuh dalam kondisi sehat nyaman dan bahagia. Mindfulness and well being dapat dicapai dengan menerapkan latihan pernapasan STOP. PSE terdiri dari 5 KSE yakni,

a.     kesadaran diri,

b.     manajemen diri,

c.      kesadaran sosial,

d.     keterampilan relasi, dan

e.     pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.

Menggunakan 3 teknik penerapan yaitu :

a.     rutin,

b.     terintegrasi dengan mata pelajaran, dan

c.      protokol.

Insya Allah pembelajaran di SDN Joglo 10 Pagi akan lebih menyenangkan khususunya di kelas IV A.

 

DATANG SENANG PULANGPUN SENANG

 

Komentar