Jakarta, 10 November 2022
REFLEKSI DWI MINGGUAN
Oleh : Elyanuar Ridiantomo, M.Pd.
A. Kenyataan
atau fakta
Menjadi guru penggerak memang membutuhkan perjuangan dan keteguhan hati dalam menjalaninya. Banyak hal yang dapat saya ceritakan selama dua minggu menjadi CGP Angkatan 7. Dan guru penggerak Angkatan ke- 2 di DKI Jakarta. Beberapa hal yang dapat saya uraikan dan mungkin menjadikan gambaran kehidupan real atau actual dalam dunia Pendidikan dan ini adalah pengalaman bagi saya adalah sebuah penambahan pengetahuan.
Seusai menjalani lokakarya orientasi sebagai calon guru penggerak (CGP) tepatnya di SMK 53 Cengkareng Jakarta Barat, saya merasakan ada hal yang di dapat sedikit berbeda dengan kegiatan lokakarya yang sering saya ikuti. Saya merasa banyak kekurangan yang ada dalam diri saya. Pada kegiatan lokakarya tersebut , ada sedikit rasa ragu juga terselip dalam diri saya, saat melihat dan mendengar penjelasan dari PP akan tujuan dari menjadi guru penggerak. Hati saya kuatkan demi menambah pengetahuan beragam ilmu yang nantinya akan saya peroleh.
Kemudian yang membuat Langkah saya jadi kuat untuk maju terus menjalani Diklat CGP Angkatan 7 diantaranya :
1. Guru – guru di wilayah Kecamatan Kembangan yang kebetulan 1 kelas dan satu PP saling support.
2. Ada tujuan hidup lebih baik, tujuan menjadi guru yang lebih baik buat masa depan saya dan masa depan murid – murid saya.
3. Ada support dari kepala sekolah saya ibu Rahmawati, yang mengatakan: Saya akan dukung Pak El 100 % untuk maju dan sukses menjadi guru penggerak.”
4. Ada doa dan dukungan dari istri saya, anak – anak saya , juga keluarga saya , dan tak kalah membuat saya semangat ada dukungan dari murid – murid saya kelas VI B.
Sebenarnya kenapa saya saat orientasi di SMK 53 Jakarta Barat sedikit ragu ? Keraguan saya adalah bahkan ketakutan saya karena saya sudah memikirkan waktu yang banyak menyita jam mengajar saya, waktu istirahat saya, waktu organisasi saya, waktu olah raga sya, dll. Sekali lagi semua itu Alhamdulillah hilang pelan tapi pasti seiring doa dan dukungan dari semua pihak. Saya seat in justru bangga menjadi Guru Penggerak . Apalagi Angkatan 7. Angka 7 adalah angka favorit saya. Karena saya anak ke – 7 dari 10 bersaudara ( Subhanallah ).
Kemudian, setelah selesai masa orientasi, masuk ke masa pelatihan yang dilaksanakan secara daring. Dalam kesempatan itu, kami CGP Angkatan 7 bertatap muka dengan fasilitator yang ramah. Di sinilah saya merasa iri dengan fasilitator saya Pak Agus Tuswandi, beliau usianya masih muda, jauh lebih muda dari saya sudah menjadi guru penggerak. Banyak pengalaman yang saya lihat. Semua itu dapat saya fahami saat kami berdiskusi di kegiatan kolaborasi. Berdiskusi untuk menyelami seperti apa konsep filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara (KHD). Diskusi berjalan dengan lancar karena dibersamai oleh fasilitator yang mengajak calon guru penggerak untuk berpikir kritis. Teman-teman diskusi juga berkolaborasi dengan baik serta tidak sungkan untuk berbagi pengalaman terkait penerapan filosofi KHD di sekolah masing-masing.
B. Feelings atau perasaan
Tidakterasa kegiatan pelatihan calon guru penggerak Angkatan 7 yang saya jalani sudah dua minggu. Modul 1.1. banyak meninggalkan meninggalkan perasaan menyenangkan dan kesan yang baik. Banyak hal yang saya pelajari secara tidak langsung dari kawan – kawan diskusi dan dari fasilitator saya Bapak Agus Tuswandi. Fasilitator yang tidak bosan mengingatkan, mensuport kami untuk selalu yakin dan biasa menyelesaikan tugas – tugas kami CGP Angkatan 7.
Sekali lagi saya bangga menjadi bagian dari CGP Angkatan 7. Ini sudah kodrat dari Aallah SWT yang harus saya terima dan saya jalani dengan penuh tanggung jawab. Perasaan senang juga bukan hanya saat saya berdiskusi dengan kawan – kawan CGP. Tapi perasaan ketika saya menerapkan filosofi KHD terhadap peserta didik selama pembelajaran di sekolah. Saya ciptakan taman siswa di sekolah saya, saya terapkan system among dan among dengan penuh cinta kasih tanpa pilih kasih. Ada hal kepuasan yang saya terima dan mengendap serta tertanam dalam hati saya. Indikatornya terpancar dari sambutan baik para murid, guru , dan oaring tua murid yang melihat kebahagiaan anak – anaknya pulang serta menceritakan pengalaman luar biasa selama belajar di sekolah Bersama saya. Saya menjadi lebih semangat dan sadar bahwa selama ini kurang berpusat pada anak ketika mengajar. Sebaliknya, saya justru berpusat pada diri saya sendiri dan berharap pengajaran saya sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Jadi selama kurang lebih dua minggu mengikuti program CGP ini, banyak sekali hal yang saya rasakan.
Rasa Haru, senang, galau, bahagia, was – was, panik, lelah semua bercampur baur menjadi satu dan konvergen dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Dengan kegiatan ini saya dipertemukan dengan orang-orang hebat dan pilihan, karena untuk menjadi bagian dari CGP Angkatan 7 ini orang harus melewati serangkaian kegiatan, ujian dan lain sebagainya yang tidak cukup mudah. Mereka para orang hebat tersebut adalah, para fasilitator, pengajar praktik dan juga semua rekan-rekan CGP. Dari keseluruhan rangkaian modul, tagihan dan tugas-tugas yang ada di dalam LMS ini membuat saya menyadari bahwa apa yang saya miliki dan pahami tentang Pendidikan ini masih sangat jauh dari apa yang diharapkan dengan tujuan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Saya kagum kepada KHD,selama ini jujur saya belum begitu mengenal filosofi KHD lebih mendalam. KHD menerangkan bahwa kita harus memanusiakan manusia, memerdekakan manusia, kita harus menuntun sehingga murid dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal dengan segala kodratnya (baik kodrat alam, maupun kodrat zamannya) sehingga para siswa kelak dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tinggi nya, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
C. Findings ( Temuan )
Dalam kegiatan pelatihan calon guru penggerak Angkatan 7 adalah pemikiran Ki Hajar Dewantara bukan hanya sebagai sebagai dasar dalam penyelenggaraan proses pendidikan. Tapi, pemikiran Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa tugas guru adalah menuntun para anak didiknya, murid atau generasi Indonesia pewaris bangsa ini menuju kepada kodrat mereka masing-masing. Sehingga, Insya Allah generasi hebat ini bisa hidup secara mandiri di tengah masyarakat. Kita sebagai guru wajib menciptakan perasaan Bahagia . Slogan saya untuk murid – murid saya adalah “ Datang Senang, Pulangpun Harus Senang “. Posisikan anak dengan guru saat pembelajaran sejajar, dan fahami bahwa guru tidak selamanya superior atau paling hebat. Guru dan murid bedanya sedkit, yaitu terletak dari belajar lebih awal.
D. Future ( Masa depan )
Banyak rencana saya untuk masa depan di bidang Pendidikan. Ada beberapa program yang akan saya sosialisasikan untuk sekolah saya satu diantaranya adalah “ Exxelent Student day “, yaitu program pembiasaan mengahrgai dan memplukasikan kepada semua warga sekolah setiap rabu pagi kebaikan yang dilakukan oleh murid, tanpa mereka tahu saya dan guru – guru memfoto , mencatat dan mendokumentasikan perbuatan baik setiap murid. Jadi keburukan murid tidak dipublikasikan justru kebaikannya yang kita publikasikan.
Tidak kalah penting adalah saya akan terus berusaha menerapkan ilmu filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang telah saya dapatkan di manapun saya menjadi guru kapanpun tidak lengkang oleh waktu. Pembelajaran dan praktik IT mulai sudah kenalkan dan terapkan dalam beberapa materi agar muri d- murid SDN Joglo 10 Pagi khususnya kelas VI saat lulus nanti ada dasar penguasaan IT, mulai dari Exel, Word, Canva, PPT sampai bagaimana mengaplikasikan beberapa aplikasi Pendidikan yang ada.
Saya akan menempatkan diri sebagai fasilitator yang mendampingi mereka mengembangkan potensi dan bakat yang sudah mereka punyai. Jadi, saya akan berusaha menerapkan cara pembelajaran yang tepat bagi mereka. Saya akan berusaha untuk menjadi sosok teladan bagi mereka murid – murid saya , bahkan rekan sejawat. Demi ketercapaian program dan tujuan masa depan ini saya akan harus membekali diri dengan keterampilan dan kemampuan serta menjaga marwah KHD supaya bisa menjadi penuntun yang baik.
Demikian tulisan sederhana saya ini, semoga bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar