Kesimpulan dan Refleksi Terhadap Pemikiran Ki Hajar Dewantara Modul 1.1

( Oleh Elyanuar R.,M.Pd.)
Aku dan kalian adalah Rolle Model Sepanjang Masa !!!

Kedisiplinan sejak kecil wajib ditanamkan demi masa depan.




































































   
Sistem among dan pamong diterapkan .
Buat generasi pewaris bangsa tersenyum.

Tak ada kata kecil dan besar saat menuntut ilmu.

Pancarkan aura kepemimpinan ke anak - anak kita.



PP. ERNI KUSUMAWATY, S.Pd. 

FASILITATOR : AGUS TUSWANDI, S.Pd. 

INSTRUKTUR : ANGGI RIZKA PUSTIKA, S.Pd.  

      Allah SWT telah memberikan kenikmatan kepada saya , amanat besar kepada saya selaku guru yang lolos sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 7 kelas 18. H. Ijinkan saya Elyanuar Ridiantomo, bertugas di SDN Joglo 10 Pagi , Kecamatan Kembangan Jakarta Barat , untuk memaparkan pemahaman saya tentang materi pada modul 1.1, yaitu pemahaman terkait Filosofi Ki Hajar Dewantara serta bagaimana aplikasi di dalam kelas yang saya terapkan. 

  Menjadi guru penggerak bagi saya adalah anugerah karena bersaing dengan puluhan ribu guru dari seluruh persada NKRI. Saya adalah guru yang biasa saja, masih banyak kekurangan dan wajib mencari pengetahuan yang dapat mengantar saya menjadi guru yang professional guru yang mampu menjadi rolle model, minimal bagi sekolah di mana saya bekerja , yaitu SDN Joglo 10 Pagi. Dulu sebelum mempelajari modul 1.1 baik melalui ruang kolaborasi, diskusi maupun elaborasi, yang selalu di dampingi oleh PP dan fasilitator, juga instruktur tepatnya pada hari Rabu, 2 November 2022 dengan nara sumber Ibu Anggi Rizka Pustika , saya menganggap diri saya sudah menjadi guru yang ideal mendidik dengan penuh tanggung jawab. 

    Mengajarkan ilmu pengetahuan, membimbing serta mendidik putra – putri generasi masa depan. Saat mengajarkan dan mendidik , saya sudah menyakini apa yang saya lakukan sudah maksimal dan cukup menjadikan para generasi bangsa ini akan memahami dan mampu menjadi generasi hebat. Target pencapaian kurikulum, mengejar target sesuai KKM, memberikan segala materi, berbagai metode diupayakan, demi tercapainya target kelulusan dan mampu bersaing dengan peserta didik dari berbagai sekolah. Saya akan bangga jika mereka lulus dengan nilai tinggi, masuk SMP negeri, dan berkarakter mulia. Tetapi ada yang masih saya lupakan, yaitu setelah mendapat pembelajaran modul 1.1., saya menyadari apa yang saya lakukan masih ada kekurangan atau kurang tepat, yaitu target pencapain prestasi yang saya utamakan adalah nilai/ atau prestasi kuantitatif, bukan prestasi karakter . 

     Memang saya sudah mencoba pola pembelajaran yang asyik, membuat suasana yang berbeda dengan kelas lain. Menempatkan peserta didik pada posisi yang terhormat, dipenuhi kasih sayang serta perlakuan yang membuat mereka nyaman. Tapi sekali lagi, masih kurang tepat. Taman siswa, among , dan pamong , tiga sistem ajaran Ki Hajar Dewantara masih ada yang belum maksimal saya terapkan. Terutama pada taman siswa. Sekolah dan kelas belajar belum maksimal menjadikan dan memposisikan sebagai taman yang menyenangkan bagi peserta didik yang saya ajar setiap Senin sampai Jumat. Benar – benar Trilogi Ki Hajar Dewantara jika kita fahami sesuai benar dengan ajaran Islam. Ajaran agama yang saya anut. Kasih sayang, memberi contoh kebaikan , dan memanusiakan manusia tanpa pilih kasih, Insya Allah akan menjadikan anak – anak kita menjadi generasi yang bermartabat dan berakhlaq mulia. Jika kita mencintai, mengajarkan anak – anak kita / murid – murid kita ikhlas penuh kasih sayang. Maka mereka akan berbuat sama kepada kita. Mereka akan menyayang kita, mengasihi kita dan menghormati kita sampai ajal kita menjemput. Kelak akan bermunculan para pewaris negeri ini dari tangan guru – guru yang hebat, guru – guru yang tak kenal lelah. 

    Guru yang bukan kejar target kurikulum. Tapi guru yang mengutamakan kasih sayang tanpa mengabaikan aturan dan pencapaian . Alhamdulillah, pelan tapi pasti saya mengubah diri mulai dari cara memperlakukan peserta didik , mengayomi mereka, memahami karakter mereka, dan memposisikan saya yang bukan hanya sebagai guru tapi mempoisisikan saya sebagai orang tua, sahabat , juga sebagai konsultan buat peserta didik saya. Selama 24 jam doa dan lafas saya tercurah buat kesuksesan murid – murid saya. Semoga Allah SWT, senantiasa menjadikan saya dan para CGP lain untuk istiqomah dalam pengabdiannya. 

     Jikapun nanti kurikulum Pendidikan di Indonesia berganti, saya akan tetap menjadi Ki Hajar Dewantara modern, menjadi Ki Hajar Dewantara bagi negeri ini sampai akhir hayat nanti. Nilai luhur filosofi Ki Hajar Dewantara akan saya tanamkan dalam sanubari saya, teman – teman saya, anak saya, keluarga saya, juga murid – murid saya. SDN Joglo 10 Pagi. 

     Demikian refleksi modul 1 yang dapat kami utarakan. Semoga dapat menjadi refleksi diri agar mampu menerapkan nilai- nilai luhur filosofi Ki Hajar Dewantara dalam kelas. 

Kasih sayang dan kesetian berbaur jadi satu.
Senyum tanpa paksaan wujud kebersamaan guru dan murid.
Selalu berfikir mencari ide baru demi pendidikan.
Teacher SDN Joglo 10 Pagi
Biarkan mereka menuangkan kreatifitas tanpa paksaan.
Berkolaborasi dengan teman sejawat dalam PBS 2022.

 

Komentar

  1. Semangat pak Guru hebat, tetap istiqomah dan berkah selalu. Aminn

    BalasHapus
  2. Benar Pak,kasih sayang dan tanpa membedakan murid yang satu dengan lainnya,memahami karakter murid salah satu modal saat mengajar.Sukses buat Pak El.Semoga menjadi guru penggerak yang amanah...Aamiin

    BalasHapus
  3. Bapak memang selalu inovatif...inspirasi bagi kami murid- murid bapak. Mengajarnya asyik dan selalu sabar menghadapi kenakalan kami kelas VI B

    BalasHapus

Posting Komentar